Panduan Belajar Dropship Lokal: Facebook Ads

Di artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai cara riset produk disini.

Kalau sudah punya produk yang akan dijual. Sekarang saatnya menentukan traffic source atau sumber pengunjung untuk mempromosikan produk kita.

Ada dua jenis sumber pengunjung, GRATIS dan BERBAYAR. Keduanya akan saya bahas di blog ini. Untuk traffic yang gratis, kita bisa memanfaatkan marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, sedangkan traffic yang berbayar, kita bisa memanfaatkan Facebook Ads. Semua mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Dibagian artikel ini, saya akan membahas mengenai FACEBOOK ADS.

FACEBOOK ADS

Apa sih Facebook Ads itu?

Facebook Ads adalah platform advertising atau iklan yang disediakan oleh Facebook yang kemudian ditargetkan kepada para pengguna Facebook.

Salah satu keunggulan Facebook ketimbang yang lain adalah, karena Facebook menguasai beberapa sumber traffik berkualitas lainnya, seperti Instagram dan WhatsApp.

Sehingga data pengguna yang diberikan oleh Facebook Ads bisa lebih bervariasi.

Selain itu, user interface yang sangat mudah, akan membuat proses belajar menjadi lebih cepat. Ibaratnya, asalkan kita paham Bahasa Inggris meskipun sedikit, kita sudah bisa menggunakan Facebook Ads.

Apa saja yang harus kita pahami di awal mempelajari Facebook Ads?

  1. Pembagian Objective
  2. Struktur Iklan
  3. Metriks

Kita bahas satu persatu.

1. Pembagian Objective

Ketika akan memasang iklan, pertanyaan pertama yang diajukan oleh Facebook adalah “What’s your marketing objective?“.

What's Your Marketing Objective?
What’s Your Marketing Objective?

Jadi, sebelum memulai iklan, ada baiknya kita tentukan terlebih dahulu apa sih tujuan kita memasang iklan menggunakan Facebook Ads? Dan kepada siapa iklan ini diarahkan? Apakah cold market, warm market, atau hot market?

Dari situ, Facebook membedakan objective menjadi tiga, sesuai dengan customer journeyCustomer journey adalah visualisasi dari interaksi antara [calon] pelanggan dengan suatu brand atau produk. Alur dari customer journey ini sebagai berikut:

  1. Orang tidak tahu atau mengenal produk kita (Cold Market).
  2. Orang mengenal produk kita, dan masih dalam kondisi memutuskan, apakah akan menggunakan produk kita atau tidak (Warm Market).
  3. Orang memutuskan menggunakan produk kita (Hot Market).

Oleh Facebook, customer journey tersebut digambarkan menjadi tiga objective, yaitu:

  1. Awareness
  2. Consideration
  3. Conversion

Masing-masing objective mempunyai banyak tipe atau sub-objective lagi dengan berbagai macam fungsi. Akan saya bahas satu per satu dan disesuaikan dengan tema dari artikel serial ini, yaitu toko online dengan dropship.

A. Awareness

Tujuan dari objective awareness ini adalah untuk membangkitkan rasa minat orang-orang yang melihat iklan kita. Dengan adanya rasa minat ini, diharapkan orang-orang tersebut kemudian tertarik atau minimal mengetahui produk kita. Penggunaan objective ini tepat untuk market yang bertipe cold market. Di awareness ini merupakan langkah awal dari customer journey, calon kustomer pertama kali melihat produk atau jasa yang kita tawarkan.

Di dalam awareness ini, kemudian oleh Facebook dibagi lagi menjadi dua sub-objective, yaitu:

  1. Brand Awareness
  2. Reach

A1. Brand Awareness

Dari Facebook sendiri, brand awareness ini dijelaskan sebagai berikut,

Increase awareness for your brand by reaching people who are more likely to be interested in it

Meningkatkan kesadaran akan brand atau produk kita dengan cara menjangkau orang-orang yang sekiranya akan tertarik dengan produk kita.

Brand Awareness
Brand Awareness

Objective ini cocok digunakan apabila produk atau jasa yang kita tawarkan belum banyak dikenal orang, atau minimal jarang diiklankan melalui Facebook.

A2. Reach

Objective reach ini, menurut Facebook berguna untuk,

Show your ad to the maximum number of people

Hampir sama seperti “brand awareness”, namun objective reach ini mengarahkan iklan kita ke sejumlah orang yang disesuaikan dengan budget kita. Semakin besar budget, makan semakin besar jangkauan iklan kita kepada orang-orang yang kita tuju dengan frekuensi iklan yang bisa kita atur.

Objective Reach
Objective Reach

Iklan dengan objective reach ini cocok untuk dijadikan sebagai alat retargetting karena secara maksimal dapat menjangkau orang-orang yang telah melihat iklan kita sebelumnya dengan frekuensi yang kita inginkan.

B. Consideration

Sesuai dengan alur dari customer journey, setelah orang-orang aware atau tertarik dengan produk kita, maka calon pelanggan akan mulai masuk ke alur “memilih”, antara akan menggunakan produk kita atau tidak. Disinilah alur penting bagi proses promosi kita, karena calon kustomer sedang dalam proses pertimbangan (consideration).

Dalam alur ini, orang-orang akan mencari tahu lebih lanjut mengenai produk kita. Maka ada baiknya tawarkan sesuatu yang menarik, yang membuat mereka tak ragu menggunakan atau membeli produk atau jasa kita. Sehingga di objective ini cocok untuk mengjangkau calon kustomer yang termasuk ke dalam warm market.

Ada beberapa sub-objective yang sering digunakan untuk mempromosikan produk di toko online kita.

  1. Traffic
  2. Engagement
  3. Video Views

B1. Traffic

Menurut Facebook, objective traffic ini cocok digunakan untuk;

Send more people to a destination on or off Facebook such as a website, app or Messenger conversation

Mengirimkan orang-orang ke landing page atau halaman penawaran kita. Intinya, objective ini akan menghasilkan traffic.

Objective Traffic
Objective Traffic

Objective ini cocok untuk orang-orang yang sudah tahu produk atau jasa yang kita tawarkan, atau sekiranya produk yang sering diiklankan. Karena marketnya adalah warm market yang sedang dalam proses pertimbangan antara beli atau tidak, maka didalam landing page kita, berikan alasan yang jelas kenapa pengunjung harus membeli produk kita.

B2. Engagement

Menurut Facebook, objective ini bertujuan untuk;

Get more post engagements, Page likes, event responses or offer claims

Membangun interaksi, like fanspage kita, atau respon terhadap suatu event dan penawaran dari kita. Ketika akan membuat iklan dengan objective ini, kita akan diberikan pilihan antara Post Engagements, Page Likes, dan Event Responses.

Objective Engagement
Objective Engagement

Facebook akan mengoptimasi iklan kita sesuai dengan pilihan kita diatas. Apabila kita ingin mendapatkan banyak interaksi pada iklan kita, maka kita bisa menggunakan tipe “Post Engagement”. Tipe “Page Likes” digunakan apabila kita ingin meningkatkan jumlah like pada fanspage kita. Dan terakhir, tipe “Event Responses” digunakan apabila kita mempunyai suatu event dimana membutuhkan response dari target kita.

B3. Video Views

Objective video views menurut Facebook bertujuan untuk;

Get more people to view your video content

Supaya orang-orang atau target kita melihat konten video yang sudah kita buat. Perlu diketahui, konten video merupakan salah satu jenis konten iklan yang mempunyai tingkat interaksi tinggi. Sehingga manfaatkanlah.

Objective Video Views
Objective Video Views

Gunakan video view apabila kita mempunyai konten video dan ingin video kita dilihat banyak orang. Jelaskan manfaat produk kita, dan kenapa orang harus menggunakan produk atau jasa kita.

C. Conversion

Tahap selanjutnya dalam proses customer journey setelah orang-orang mempertimbangkan (consideration) adalah konversi atau conversion. Ditahap ini, calon kustomer kita sudah memutuskan untuk membeli produk kita. Tipe kustomer yang berada ditahap ini adalah hot market.

Sebelum memutuskan membeli, tentu saja mereka sudah melalui fase mengetahui produk kita, mengenal lebih dalam produk kita, dan memutuskan untuk membeli produk kita. Inilah mengapa di fase ini kustomer dengan tipe hot market sangat cocok.

Ada tiga sub-objective disini, tapi yang saya bahas disini hanya “Conversion” saja.

Objective Conversion
Objective Conversion

Menggunakan objective conversion, artinya kita akan berurusan dengan yang namanya Facebook Pixel. Silahkan baca mengenai Facebook Pixel disini.

Apabila kita ingin mendatangkan lebih banyak konversi, maka objective ini wajib kita gunakan. Sekali lagi, WAJIB!!.

Sebelum melanjutkan pembahasan mengenai struktur iklan di Facebook, ada satu hal yang harus dimengerti.

Perlu digaris bawahi, masing-masing objective ini mempunyai kelompok audience yang berbeda-beda. Misalnya kita menggunakan objective Video Views, maka iklan kita akan diarahkan ke kelompok audience yang sering melihat video di Facebook. Atau ketika kita menggunakan objective Post Engagement, maka iklan kita akan diarahkan ke kelompok audience yang sering melakukan interaksi terhadap konten-konten di Facebook, entah memberikan like, berkomentar, ataupun share suatu konten.

Sehingga jangan heran, ketika kita misalnya menggunakan objective Traffic, maka akan sangat sedikit jumlah interaksinya, namun akan menghasikan traffic yang banyak.

Hal mendasar seperti ini harus dipahami, supaya nantinya kita dapat mengukur performa iklan kita dengan benar. Sehingga tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan seperti,
“Kok yang like, dan komen di iklan sedikit ya?”, padahal objective yang digunakan adalah Traffic.

atau

“Kok jumlah klik iklan saya kecil ya?”, padahal objective yang digunakan adalah Post Engagement.

Maka, ukurlah performa suatu iklan sesuai dengan objective yang digunakan.

2. Struktur Iklan Facebook Ads

Struktur iklan Facebook Ads ini juga harus kita pahami, supaya kita tahu di area mana kita harus melakukan perubahan. Lebih spesifik lagi ketika akan melakukan split test, kita harus paham mengenai struktur iklan Facebook Ads ini.

Berikut adalah struktur iklan Facebook Ads:

  1. Campaign
  2. Ad Set
  3. Ad
Struktur Iklan Facebook
Struktur Iklan Facebook

A. Campaign

Bagian ini merupakan tempat kita memilih objective seperti yang sudah dibahas di bab di atas. Pilihlah objective sesuai dengan kebutuhan pemasaran kita. Tidak ada banyak yang bisa dirubah disini, tapi intinya adalah selalu tentukan GOAL atau TUJUAN dari kita memasang iklan terlebih dahulu, dan kemudian sesuaikan dengan objective yang ada di dalam campaign Facebook Ads ini.

B. Ad Set

Tiga inti utama yang berada di Ad Set adalah pengaturan audience, penempatan iklan, dan budget & jadwal dari iklan kita.

Pengaturan audience disini untuk menentukan target dari iklan kita (targetting). Untuk proses targetting ini, kita bisa menargetkan berdasarkan lokasi (location), demografi (demographics), minat (interest) dan perilaku (behaviour). Facebook menangkap semua data yang berhubungan dengan hal-hal di atas melalui perilaku pengguna Facebook dan menggunakan data dari Facebook Pixel.

Penargetan Lokasi dan Demografi
Penargetan Lokasi dan Demografi

Penempatan iklan digunakan untuk mengatur dimana iklan kita nanti akan tayang. Apakah di newsfeed Facebook? Atau di Instagram? Apakah di perangkat desktop saja? Atau di perangkat mobile saja?. Semua pilihan itu ada dibagian placement atau penempatan iklan ini. Beberapa pilihan penempatan iklan di Facebook Ads (lihat gambar di bawah).

Pilihan Penempatan Iklan
Pilihan Penempatan Iklan

Untuk penentuan budget ada di bagian paling akhir dari Ad Set. Disini kita dapat menentukan, apakah budget yang kita gunakan bertipe harian (daily budget) atau selamanya (lifetime budget). Gambar dibawah adalah contoh apabila menggunakan lifetime budget, maka angka rupiah yang dimasukan disana merupakan budget yang harus dihabiskan selama waktu tertentu sesuai dengan schedule yang kita atur. Sedangkan apabila menggunakan sistem daily budget, maka angka rupiah yang dimasukan merupakan budget yang akan dihabiskan selama satu hari.

Selain budget dan schedule, ada pengaturan “Optimization for Ad Delivery” dan “Bid Strategy” disini. “Optimization for Ad Delivery” dilakukan untuk menentukan iklan kita nanti di deliver secara optimal untuk apa? Apakah iklan kita di deliver untuk menghasilkan jumlah link click besar, atau impression, atau engagement, atau konversi? Pilihan ini menyesuaikan dengan objective campaign yang kita pilih sebelumnya. Contoh, apabila kita memilih optimasi untuk “link click“, maka iklan kita akan menghasilkan jumlah link click yang besar karena Facebook akan mengarahkan ke orang-orang yang memang suka melakukan klik link di Facebook.

Untuk “Bid Strategy“, ada dua pilihan, yaitu “Lowest cost” (Automatic bidding) dan “Set a bid cap” (Manual bidding). Pemilihan “Lowest cost” akan membuat kita meminta Facebook untuk melakukan bid terhadap suatu audience secara otomatis, sedangkan untuk “Set a bid cap” artinya adalah apabila kita memilih (check) menu ini, maka kita seperti memberi tahu Facebook, “Hei Facebook, tolong deliver audience yang harga bid-nya tidak melebihi harga ini”. Untuk pemula, lebih baik menggunakan pilihan Lowest cost saja. Sedangkan “Set a bid cap” cocok digunakan apabila kita sudah mengetahui harga per lead, atau biaya per akuisisi customer, atau kita punya waktu lebih untuk memonitor hasil dari iklan kita untuk kemudian melakukan test seberapa besar bid maksimal dari suatu audience.

Pengaturan Budget dan Schedule
Pengaturan Budget dan Schedule

Perlu diperhatikan, jangan sekali-kali merubah bagian audience atau penargetan apalagi untuk sebuah winning campaign, karena akan membuat Facebook mereset kembali audience kita. Reset disini artinya Facebook akan kembali mencari audience yang cocok dengan budget dan optimization delivery kita, dan belum tentu kita akan mendapatkan audience yang sama seperti audience sebelumnya yang sudah bagus (misalnya).

C. Ad

Untuk Ad atau materi iklan, formatnya akan selalu berubah menyesuaikan dengan objective yang kita pilih sebelumnya. Format Ad untuk objective Engagement akan berbeda dengan format Ad untuk objective Traffic misalnya. Jadi, yang perlu dipahami di bagian ini adalah semua materi iklan kita, dari gambar, video, copywriting, disini letak pengaturannya.

Tujuan dari memahami struktur Facebook Ads ini adalah supaya kita tahu area mana yang harus kita rubah atau lakukan split test. Split test adalah proses pembagian dari objek yang ingin kita lakukan test untuk mengetahui mana dari objek tersebut yang mempunyai performa iklan terbaik.

Misalnya, kita ingin melakukan test 2 audience mana yang mempunyai performa iklan terbaik, maka kita akan membuat struktur iklan sebagai berikut:

1 Campaign, 2 Ad Set dan 1 Ad.

Apabila kita ingin melakukan test 10 gambar/copywriting mana yang mempunyai performa iklan terbaik, maka kita akan membuat struktur iklan sebagai berikut:

1 Campaign, 1 Ad Set dan 10 Ad.

Itu adalah contoh dalam melakukan split test untuk menemukan winning campaign kita.

3. Metriks

Sekarang, bagian terakhir yang tidak kalah penting adalah pengukuran performa iklan kita. Kita bisa dikatakan “boncos” karena kita tidak bisa membaca performa iklan kita, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap data performa iklan yang disajikan oleh Facebook.

Ini adalah metrik yang bisa kita gunakan untuk mengukur performa iklan kita. [lockercat]

1. Cost Per Miles (CPM)

Facebook menagih iklan kita berdasarkan impression atau impresi. Impresi adalah jumlah iklan tampil di Facebook. Misal ada angka 1000 impresi, artinya iklan kita tampil 1000 kali. Ini berhubungan dengan reach dan frekuensi juga.

Misal ada angka 1000 impresi, 1000 reach, maka artinya iklan kita menjangkau 1000 orang dengan masing-masing orang mempunyai frekuensi 1 kali melihat iklan kita. Pada umumnya, semakin tinggi reach kita, maka akan semakin tinggi impresinya juga.

Nah, CPM ini adalah harga yang harus dibayar per 1000 impresi (impression). Misal nilai CPM iklan kita adalah Rp10.000,-, maka artinya untuk menjangkau 1000 orang, kita membutuhkan biaya Rp10.000,-.

Perlu dipahami, nilai CPM ini akan semakin tinggi seiring berjalannya iklan kita.

2. Click Through Ratio (CTR) dan Cost Per Click (CPC)

CTR diukur dengan cara menghitung perbandingan antara jumlah klik per miles (1000 impression). Misal ada 100 orang yang klik dari 1000 kali iklan kita tampil di Facebook, maka artinya CTR dari iklan kita adalah 10%.

Semakin tinggi CTR iklan kita, maka jumlah klik yang dihasilkan semakin tinggi, dan biaya iklan kita semakin murah. Bisa dibilang. Tapi ingat, murah bukan patokan disini. Klik yang berkualitas atau klik dari audience yang berpotensi terjadi penjualan lebih baik ketimbang klik murah namun tidak menghasilkan penjualan ataupun lead.

Berhubungan dengan CTR, CPC juga salah satu metrik yang harus kita perhatikan untuk mengetahui performa iklan kita. CPC adalah biaya yang kita keluarkan untuk menghasilkan 1 klik. Nilai CTR yang besar, akan menghasilkan jumlah klik yang besar, dan nilai CPC yang kecil. Sehingga apabila nilai CPC kita kecil, artinya iklan kita semakin efektif.

Kita bisa memperhatikan nilai CPC dari hari ke hari. Misal di hari pertama nilai CPC kita Rp300 dan lima hari kemudian nilai CPC kita Rp500, maka artinya ada penurunan nilai CTR ataupun impressi dari iklan kita, sehingga perlu kita tinjau ulang iklan kita.

3. Sesuai Objective Kita (Result)

Maksud dari sesuai objective adalah metrik atau parameter yang kita lihat sesuai dengan objective yang kita gunakan. Misal antara parameter objective Traffic dengan parameter objective Post Engagement tentu saja berbeda. Di objective traffic kita tidak perlu memperhatikan parameter engagement, dan juga sebaliknya. Atau misalnya ketika kita menggunakan objective Conversion dengan delivery Purchase, maka perhatikanlah Cost Per Purchase dari iklan kita.

Dan kembali ke atas, inilah salah satu tujuan mengetahui objective dari suatu campaign, yaitu agar kita dapat mengukur performa iklan kita dengan mudah. Jangan sampai ketika kita menggunakan iklan dengan objective Traffic, tapi yang kita perhatikan adalah parameter engagement. [/lockercat]

Dengan mengetahui metriks diatas, maka kita akan dapat meminimalisir terjadinya boncos karena kita mengetahui cara membaca data dan tahu apa yang harus kita lakukan dari data-data tersebut.

Panduan ini merupakan panduan Facebook Ads fundamental dimana hal-hal yang saya tulis di atas merupakan hal-hal yang minimal harus kita ketahui sebelum memulai belajar Facebook Ads untuk memulai bisnis dropship lokal dengan menggunakan traffic source dari Facebook ini.

Di artikel selanjutnya, akan saya membahas mengenai traffic source dari marketplace di Indonesia, Tokopedia dan Shopee. Total 2517 kata dan 5 gelas kopi hitam untuk menulis artikel ini, silahkan share bila dirasa bermanfaat. 🙂

You May Also Like

mm

About the Author: Andika Chandra

25 Comments

  1. Maaf mas sy irt n mua freelance kalo mau pasang iklan di fb.. Utk hasil makeup atau paket wedding cocoknya yg mn ya. Sy Takut tagihannya mahal.. msh blom faham

  2. Mau tanya mas…

    Sy mau bisnis di marketplace lokal..

    Dan sy pengen menggunakan facebook ads untuk iklan nya …

    apakah bisa kita memakai platform marketplace tersebut mas ? …jadi tampilan iklan kita seperti marketplace sendiri yg menampilkan tanpa kelihatan identitas kita..

    Mohon pencerahannya mas…

Leave a Reply